Madrasah Ramadlan

Alhamdulillah. Kita patut bersyukur kepada Allah atas ni’mat diperkenankannya kita memasuki Bulan Ramadhan. Bulan disyari’atkannya Ibadah Puasa dan dilipatgandakannya pahala. Bulan yang didalamnya banyak keutamaan dibanding bulan-bulan lainnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ramadhan telah datang kepada kalian, -ia adalah- bulan berkah, Allah -Azza wa Jalla- telah mewajibkan kepada kalian berpuasa. Di bulan itu pintu-pintu langit dibuka, dan pintu-pintu neraka Jahim ditutup dan setan pembangkang dibelenggu. Demi Allah, di bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalangi mendapat kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi mendapatkannya.” (HR. An-Nasa’i 2106 dan dishahihkan Syu’aib al-Arnauth).

Ramadhan adalah madrasah dari Allah, Ar-Rahman, untuk orang beriman. Madrasah yang sudah sepatutnya setiap mukmin belajar di dalamnya. Ramadhan, Madrasah penempaan diri agar menjadi muttaqin (Insan Bertaqwa). Allah berfirman,

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. Al-Baqarah: 183).

Persiapan Terbaik

Bagi siapapun yang hendak memasuki Madrasah Ramadhan sudah seharusnya melakukan persiapan. Imam Abu Bakr Az Zur’i mengingatkan kita agar waspada pada sikap اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ, yaitu “melalaikan sebuah kewajiban padahal waktunya telah datang”. Sikap lalai ini merupakan bentuk ketidakseriusan dalam mempersiapkan diri dan juga meremehkan perintah. Dampaknya pun sungguh besar, yaitu kelemahan dalam menjalankannya dan terhalang dari ridha Allah. (Badai’ul Fawaid 3/699).

Ketahuilah, bahwa persiapan terbaik dalam memasuki Madrasah Ramadhan adalah Iman. Sebab seruan Allah terkait syari’at Puasa di Bulan Ramadhan berlaku bagi mereka yang telah beriman, “Hai orang-orang yang beriman” (يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟). Iman perlu dirawat agar terus bertambah. Alllah berfirman, Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). (Q.S. Al-Fath: 4). Dalil ini menunjukkan, bahwa iman dapat bertambah.

Kendati demikian, Merawat Iman membutuhkan ikhtiar dan proses. Para salaf dan ulama terdahulu telah merawat imannya sebelum memasuki Madrasah Ramadhan. Abu Bakr al Warraq al Balkhi mengatakan, “Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk mengairi dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.” Sebagian ulama lainnya mengatakan, “Waktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu menumbuhkan daun, Syaban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan Ramadhan adalah bulan memanen, pemanennya adalah kaum mukminin. (Oleh karena itu), mereka yang “menghitamkan” catatan amal mereka hendaklah bergegas “memutihkannya” dengan taubat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya (dengan mengerjakan ketaatan) di waktu tesebut. (Lathaaiful Ma’arif hal. 130).

Kurikulum Madrasah Ramadhan

Ramadhan adalah Madrasah dengan kurikulum terbaik dari Allah agar setiap mukmin dapat menempa diri. Padanya terdapat banyak pelajaran yang harus dijalani dengan keimanan. Semua pelajaran dalam Madrasah Ramadhan ini bermuara pada harapan, “semoga kalian bertaqwa” (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ). Sebab Taqwa merupakan bekal terbaik seorang hamba. Allah berfirman, Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. (Q.S. Al-Baqarah: 197).

Kurikukum Madrasah Ramadhan terdiri dari pelajaran iman yang penting bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Pelajaran utamanya adalah Puasa dan Qur’an. Puasa merupakan syari’at yang secara khusus diwajibkan pada Bulan Ramadhan. Adapun Qur’an merupakan keistimewaan yang dengannya menjadikan Ramadhan sebagai Bulan Terbaik dari sebelas bulan lainnya.

Di samping itu, Madrasah Ramadhan juga mengajarkan kita tentang Komunikasi Rabbani. Bagaimana Allah mengomunikasikan syari’at puasa dengan cara terbaik. Begitupun tentang Keutamaan Berdo’a. Bahwa, Allah Maha Dekat kepada hamba-Nya. Dekat secara umum, karena pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Dekat secara khusus, hanya kepada hamba yang berdo’a.

Pada bagian penutup rangkaian ayat Madrasah Ramadhan, Allah juga menitipkan pelajaran penting tentang Keluarga. Pola hubungan terbaik antara suami dan istri. Begitupun tentang Keutamaan I’tikaf. Momentum menyambung hubungan kepada Allah, seraya mengurangi hubungan antar sesama manusia, walaupun dengan istri tercinta.

Demikian pengantar dari Madrasah Ramadhan disampaikan. Sungguh dalam makna pembelajaran padanya. Semoga dapat diuraikan dalam tulisan mendatang. Akhirnya, sebagaimana Allah menyampaikan kita pada bulan mulia ini, semoga Allah berkenan menerima setiap amal kita, serta memudahkan kita mengambil hikmah pelajaran dalam Madrasah Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan.

 

Agus Fadilla Sandi